Rapat dan luruskan barisan…

14 08 2010

“Rapat dan luruskan barisan [shaf]…” seorang imam di sebuah masjid menghadap ke belakang, melihat para jamaah [makmum] bukan melihat ke arah kaki-kaki mereka. Entah kenapa, kaki-kaki para jamaah ini tetap diam tak bergerak, padahal suara imam beberapa kali terdengar untuk merapatkan dan meluruskan shaf. Mungkin karena suara Sang Imam yang terkesan ala kadarnya untuk mengingatkan soal shaf, hingga makmum juga ogah-ogahan merapatkan kaki-kaki diantara mereka, apalagi untuk meluruskan barisan, melihat kanan kiri saja mereka tidak. Padahal sudah jelas dalam hadist;

Dari Abû Hurairoh Radhiyallâhu ‘anhu beliau berkata : Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

أَحْسِنُوْا إِقَامَةَ الصُّفُوْفِ فِيْ الصَّلاَةِ

“Perbaguslah lurusnya shaf (barisan) ketika sholat” (HR Ahmad di dalam Musnad-nya dan dishahîhkan oleh Syaikh al-Albânî di dalam Shahîh at-Targhîb wat Tarhîb : 499)

Jâbir melanjutkan : kemudian beliau Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam keluar menemui kami sembari mengatakan :

أَلاَ تَصُفُّوْنَ كَمَا تَصُفُّ المَلاَئِكَةُ عِنْدَ رَبِّهَا

“Kenapa kalian tidak berbaris sebagaimana para malaikat berbaris di hadapan Rabb mereka?”

Kami berkata : “Wahai Rasulullah, bagaimanakah berbarisnya Malaikat di hadapan Rabb mereka?”

Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam menjawab :

يَتُمُّوْنَ الصُّفُوْفَ الأَوَّلِ وَيَتَرَاصَّوْنَ فِيْ الصَّفِّ

“Mereka menyempurnakan shaf/barisan yang paling awal sembari merapatkan barisannya.” (HR Muslim : 430)

Beberapa waktu lalu saya dan beberapa ikhwan sholat tarawih di sebuah masjid Tanah Baru Depok, tepatnya Masjid Fatahillah. Subhanalloh, Pemandangan di sini begitu menakjubkan. semuanya terlihat dan mengesankan kami. Sekelebat seakan-akan membawa kami pada peradaban keemasan Islam. Simbol-simbol keislaman terlihat dimana-mana. mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, dari pakaiannya, mereka membuat mudah dikenali. Setelah Adzan Isya’, jeda beberapa saat digunakan jamaah untuk melaksanakan sholat tahiyat Masjid. Iqamah dikumandangkan, sang Imam memperhatikan shaf makmum, memerintahkan agar shaf rapat dan lurus. Para jamaah yang sudah berkumpul segera beranjak memenuhi shaf demi shaf dengan teratur, tertib, barisan diluruskan, kaki-kaki bergerak saling merapat satu sama lain. Bahu-bahu saling berkait. Barisan bagaikan seutas tali yang dibentangkan, lurus.

Seorang jamaah [sepertinya petugas/ dkm masjid] memeriksa tiap-tiap shaf, berkeliling memastikan shaf lurus dan rapat sempurna. InsyaAllah kurang dari 1 menit, Imam bertanya; apakah sudah lurus dan rapat, si petugas mengiyakan. Maka dimulailah sholat. Subhanallah…. perasaan sangat nyaman, tenang dan menambah Khusyuk. Apalagi dalam sholat tarawih 11 rakaat, sang Imam membacakan surat-surat dengan tartil dan pelan, menambah kekhusyukan tiap makmum.

Begitulah kisah  soal rapat dan lurusnya shaf.

Jazzakallah khair

diceritakan dan ditulis oleh salah satu ahabat Ar Rayyan


Actions

Information

One response

20 08 2010
abdullah

subhanalloh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: