700 Ribu Mesjid & Musola Salah Arah Kiblat

4 04 2010


Rabu, 17 Maret 2010 | 14:03 WIB

JAKARTA-SURYA – Kementerian Agama akan melakukan pengukuran ulang arah kiblat masjid dan musola. Pengukuran itu bukan sepenuhnya karena kesalahan serta tidak bisa digunakan untuk salat, namun karena faktor teknologi dan keterbatasan peralatan saat itu.

“Aparat Kementerian Agama akan melakukan pengukuran apabila ada permintaan dari pengurus masjid itu,” kata Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat Ph.D mewakili Menteri Agama saat membuka Sosialisasi Arah Kiblat Tingkat Nasional, di Jakarta.Kegiatan yang dikuti pimpinan ormas Islam dihadiri Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar, dan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Rohadi Abdul Fatah.

Bahrul mengungkapkan, sampai saat ini Kemenag belum melakukan verifikasi arah kiblat dari masjid dan musola di Indonesia yang jumlah mencapai 700 ribu masjid. “Secara bertahap, semua masjid di Indonesia akan dilakukan verifikasi arah kiblat. Caranya yang utama mengubah shaf, sedangkan yang akan membangun masjid supaya berkoordinasi dengan Kementrian Agama setempat,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengukuran ulang arah kiblat masjid maupun musola tidak dipungut biaya, karena semuanya sudah menjadi tanggungan Kementerian Agama. Di satu sisi, bagi masjid maupun musola yang belum diverifikasi arah kiblatnya, salat saja seperti biasa. Sebab, kiblat yang ditetapkan oleh para ulama dan tokoh agama saat itu, sudah sesuai dengan kondisi ilmu falaq dan peralatan yang ada.

“Sekarang ini kemajuan zaman dan ilmu pengetahuan serta canggihnya peralatan, telah memberikan kemudahan kepada manusia untuk menentukan posisi yang tepat mengarah kearah Ka`bah,” ujar Bahrul Hayat didampingi Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar, dan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Rohadi Abdul Fatah.

Untuk itu Sekjen Bahrul Hayat berpesan kepada masyarakat, agar tidak galau dalam melaksanaka salat, hanya karena arah kiblat di masjid maupun musola di lingkungannya belum diubah. “Tidak ada masalah soal itu,” tegasnya.

Menjawab pertanyasan ia menambahkan, dengan teknologi komputer dan satelit atau dengan yang paling sederhana, navigasi yang telah Allah SWT berikan sejak dahulu, yaitu matahari. Sebab pada tanggal 27 atau 28 Mei jam 16:18 WIB, dan 15 atau 16 Juli jam 16:28 WIB, posisi matahari tepat berada di atas Ka`bah. Sehingga bayang-bayang benda dipermukaan bumi pada jam tersebut, mengarah ke Ka`bah.

“Jika arah tersebut telah kita temukan, berdasarkan hasil ilmu pengetahuan dan teknologi. Maka hasil tersebut merupakan ijtihad yang wajib dipergunakan,”ujarnya.

Menurut pengamatan Kementerian Agama, lanjut Bahrul, arah kiblat masjid-masjid yang ada, terjadi beberapa masjid yang beda dari arah yang tepat. Perbedaan ini, dapat mencapai sekitar 20 derajat. “Kami berharap, nantinya masyarakat mau berkonsultasi dengan pihak Kementerian Agama setempat, untuk menentukan arah kiblat masjid yang hendak dibangun,” pinta Bahrul seraya menambahkan nantinya pengurus masjid atau panitia pembangunan memperhatikan arah kiblat yang benar.
humas depag


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: