Hukum mengkafirkan Orang (Islam)

31 01 2010

Mengkafirkan orang bukan perkara kecil. Orang yang mengaku Islam itu tidak boleh dikafirkan, kecuali orang itu ingkar kepada Quran dan ingkar kepada Rasululloh SAW, ingkar kepada salah satu hukum Islam dengan menyembah berhala, syaitan dan yang lain-lain yang jelas tanda kekhufurannya.

Adapun orang islam yang berseberangan faham di dalam masalah Agama, walaupun masalah I’tiqad, itu tidak boleh dikafirkan.

Secara sederhana, tidak patut meringankan mulut tentang mengkafirkan seseorang yang berseberangan faham di dalam masalah Agama, walaupn besar kesalahannya.

Lihatlah 73 Kaum (terpecahnya golongan dalam Islam) yang tersebut di dalam hadiest. Nabi sendiri mengaku mereka ummatnya. Nabi tidak mengkafirkan mereka, hanya nabi salahkan 72 kaum yang lain. Begitulah perjalanan sahabat2 nabi dan para Imam.

Oleh sebab itu, orang yang kita pandang salah itu cukuplah dengan disalahkan saja, itupun kalau sudah cukup kuat alasan (dengan dalil2 yang sahih)

Jangan sekali-kali berani mengkafirkan orang, karena bahanya terlalu besar.

Sabda rasul ” Seseorang apabila mengkafirkan saudaranya, maka kembalilah kekhufuran itu kepada salah seorang dari keduanya ”  (H.S.R Muslim)

bersambung….


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: