Memakmurkan dan meramaikan (masjid)

4 01 2010

Meramaikan masjid bukan berarti mengeraskan suara sekeras-kerasnya (membuat bising) di dalam masjid… meramaikan dalam arti memakmurkan..memperbanyak kegiatan berhubungan dengan ibadah dan kegiatan atau amalan2 sosial berlandaskan Quran dan Hadist.

As-Syeikh Sholeh Al-Utsaimin -rahimahullohu ta’ala- ditanya tentang hukum mengeraskan suara didalam masjid yang menyebabkan terganggunya orang lain yang sedang sholat ?

Maka Syeikh menjawab:

Tindakan seseorang mengeraskan bacaan quran didalam masjid yang dapat mengganggu orang lain yang sedang sholat atau belajar, hukumnya adalah haram. Hal ini sebagaimana larangan Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Imam Malik -rahimahullohu ta’ala- dalam kitab AlMuwatho’dari فروة بن عمرو bahwa Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam keluar suatu hari sementara orang-orang sedang sholat dengan saling mengeraskan bacaan, lantas beliau shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda,

إن المصلي يناجي ربه فلينظر بما يناجيه به ولا يجهر بعضكم على بض بالقرآن”.وروى نحوه أبو داود من حديث أبي سعيد الخدري – رضي الله عنه -.

“Sesungguhnya orang yang sholat itu sedang bermunajat kepada Tuhannya, maka hendaklah ia memperhatikan apa yang sedang ia munajatkan, dan janganlah sebahagian orang menjaharkan/mengeraskan bacaannya kepada sebahagian yang lain.”

[Hadits serupa diriwayatkan juga oleh Abu Daud dari hadits Abu Sa’id Alkhudri -radhiallohu ‘anhu-]

Selengkapnya Insyaalloh segera diposting…


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: