Kedahsyatan Quran Menyedot Ribuan Massa

19 09 2009
Sabtu, 19/09/2009 16:05 WIB

Laporan dari Amsterdam

Eddi Santosa – detikRamadan
Gambar

Amsterdam -Nun di ibukota Negeri Belanda, Amsterdam, yang penuh hedonisme dan tak mengenal Tuhan, berbendar cahaya keimanan diikuti ribuan massa. Daya tariknya ada pada diri Ustadz Khoirul Muttaqin Abdullah dari Depok, Jakarta.

Sudah lima tahun ini Ustadz Khoirul Muttaqin Abdullah, seorang hafizh (penghafal) Quran, setiap Ramadan selama sebulan penuh diminta memimpin salat Isya dan Tarawih di komunitas PPME Amsterdam. Suaranya yang merdu, jernih, tartil dan penuh penghayatan membuat ayat-ayat Quran yang dibacakannya menggetarkan ruh dan jasad siapa saja yang mengikutinya.

“Kabar ini cepat menyebar ke komunitas muslim Belanda, Maroko dan Turki, sehingga masjid kami tak mampu lagi menampung jamaah yang meluber sampai ke jalan. Akhirnya panitia memindahkan lokasi dengan menyewa sebuah sekolah Wellantcollege,” ujar Aziz Balbaid, salah satu sesepuh, seperti dituturkan Agung Purniawan untuk detikcom.

“Bacaannya penuh pancaran kerohanian yang kuat, sungguh mempesona, sehingga banyak di antara jamaah menangis karenanya,” tambah Agung.

Daya magnet bacaan Quran yang dahsyat ini mengakibatkan gedung besar di jalan Jan van Zutphenstraat 60, Amsterdam, itu pun tak sanggup menampung massa jamaah yang terus membesar. Terutama di malam-malam tanggal ganjil sepuluh hari terakhir Ramadan, di mana umat Islam berlomba mendapatkan malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu Lailatul Qodar.

Seperti weekend kemarin, bertepatan dengan kehadiran salah satu penggerak dakwah dari Amerika yaitu Ustadz Khalid Yassin, jamaah sampai meluber ke luar gedung.

Dalam kesempatan itu Yassin menyampaikan nasehat singkat dalam bahasa Inggris, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Yassin menekankan betapa penting pemimpin dan persatuan umat.

Relevan dengan apa yang disampaikan oleh Yassin, jamaah kompak dalam persatuan dan persaudaraan. Walaupun penyelenggaranya adalah komunitas muslim Indonesia, namun mereka bahu-membahu membereskan dan menata kembali kursi-kursi sekolah yang dipindahkan.

“Sehingga dalam sekitar 10 menit semua kembali dalam kondisi tertata rapi seperti sedia kala,” demikian Agung.

Untuk penentuan awal Ramadan dan Syawwal, PPME Amsterdam mengikuti ketetapan yang dikeluarkan oleh mufti di Makkah.

(es/es)


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: