Rahasia Keutamaan Hari Jumat

4 09 2009

Hidayatullah. com-Novelis Ayu Sutrisna (diperankan Suzanna) sering

mengalami tangan gemetar dan keringat dingin keluar karena mengidap

phobia tertentu. Anton (diperankan Alan Nuari), psikiater dan

sekaligus pacar yang merawatnya, menganjurkan hidup santai dan

menghindari suasana sibuk dan bising.

Ia pun menyepi di sebuah rumah tua milik ayah Anton. Namun dua penjaga

rumah tua itu mati mengerikan ketika mencoba memperkosa Ayu. Mereka

diperkirakan dibunuh setan. Akhirnya tabir terbuka, ayah Anton mengaku

bahwa istrinya telah melahirkan bayi di malam Jumat Kliwon dan

terbunuh.

Malam Jumat Kliwon adalah film horor Indonesia yang dirilis pada tahun

1986. Film yang disutradari oleh Sisworo Gautama Putra ini dibintangi

antara lain oleh Suzanna dan Alan Nuari.

Malam Jumat Kliwon adalah film horor Indonesia yang dirilis pada tahun

1986. Film yang disutradari oleh Sisworo Gautama Putra ini dibintangi

antara lain oleh Suzanna dan Alan Nuari.

Alkisah, di atas era 80-an dan seterusnya, para sineas lain di

Indonesia menjadikan hari Jumat sebagai hari menakutkan.  Hampir bisa

disaksikan di semua TV atau film-film horor, menjadikan  hari Jumat

sebagai hari “kebangkitan” para setan. Walhasil, hari Jumat adalah

hari menyeramkan!

Begitulah para sineas Indonesia yang telah ikut menyumbang keburukan

dengan menjadikan Hari Jumat seolah-oleh hari paling sial dan

menakutkan. Andai Rasulullah masih hidup di tengah-tengah kita,

mungkin baginda akan marah besar. Betapa tidak, karena baginda

Rasulullah sangat memuliakan hari Jumat. Dalam banyak riwayat,

Rasulullah bahkan meminta kita memuliakan hari itu.

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah pernah bersabda. “Hari terbaik di

mana matahari terbit di dalamnya ialah hari Jumat. Pada hari itu Adam

Alaihis Salam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan daripadanya

dan kiamat tidak terjadi kecuali di hari Jumat.” [Riwayat Muslim]

Rasulullah juga pernah bersabda, “Sesungguhnya hari yang paling utama

bagi kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah sholawat kepadaku di

dalamnya, karena sholawat kalian akan ditunjukkan kepadaku, para

sahabat berkata: ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau

telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan

bumi untuk memakan jasad para Nabi.” (Shohih. HR. Abu Dawud, Ibnu

Majah, An-Nasa’i)

Keistimewaan lain hari Jumat adalah saat-saat dikabulkannya doa, yaitu

saat-saat terakhir setelah shalat ashar (seperti yang dijelaskan dalam

banyak hadits) atau di antara duduknya imam di atas mimbar saat

berkhutbah Jumat sampai shalat selesai ditunaikan.

Amalan Mulia

Allah mengkhususkan hari Jumat ini hanya bagi kaum Muslimin dari

seluruh kaum dari umat-umat terdahulu.  Di dalamnya banyak rahasia dan

keutamaan yang datangnya langsung dari Allah.

Beberapa rahasia keagungan hari Jumat adalah sebagai berikut;

Pertama, Hari Keberkahan. Di mana di hari Jumat berkumpul kaum

Muslimin di masjid-masjid  untuk mengikuti shalat dan sebelumnya

mendengarkan dua khutbah Jumat yang mengandung pengarahan dan

pengajaran serta nasihat-nasihat yang ditujukan kepada kaum muslimin

yang kesemuanya mengandung manfaat agama dan dunia.  Ibnu Qayyim

al-Jauziyyah rahimahullah menyebut hari Jumat memiliki 33 keutamaan.

Bahkan Imam as-Suyuthi  menyebut ada 1001 keistimewaan.

Kedua, Hari Dikabulkannya doa. Di antara rahasia keutamaan hari Jumat

lain adalah, di hari itu terdapat waktu-waktu dikabulkannya doa.

“Di hari Jumat itu terdapat satu waktu yang jika seorang Muslim

melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala,

niscaya permintaannya akan dikabulkan.’ Lalu beliau memberi isyarat

dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu.” [HR.Bukhari

dan Muslim]

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya pada hari Jumat

terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat

dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan

mengabulkannya.” [Muttafaqun Alaih]

Ketiga, Hari Diperintahkannya Shalat Jumat. Rasulullah bersabda,

“Hendaklah kaum-kaum itu berhenti dari meninggalkan shalat Jumat.. Atau

(jika tidak) Allah pasti akan mengunci hari mereka, kemudian mereka

pasti menjadi orang-orang yang lalai.” [Muslim]. Dalam riwayat lain

Rasulullah menyebutkan, “Shalat Jumat adalah hak yang diwajibkan

kepada setiap Muslim kecuali empat orang; budak atau wanita, atau anak

kecil, atau orang sakit.” [Abu Daud]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ

الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ

ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٩)

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat

Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah

jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

[QS: Al-Jumu’ah:9]

مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ وَاغْتَسَلَ ثُمَّ بَكَّرَ وَابْتَكَرَ

وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنَ اْلإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ

يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامُهَا

وَقِيَامُهَا

“Barangsiapa yang bersuci dan mandi, kemudian bergegas dan mendengar

khutbah dari awal, berjalan kaki tidak dengan berkendaraan, mendekat

dengan imam, lalu mendengarkan khutbah dan tidak berbuat sia-sia, maka

baginya bagi setiap langkah pahala satu tahun baik puasa dan

shalatnya..”

,Keempat, Hari Pembeda antara Islam dan Non-Muslim. Hari Jumat adalah

hari istimewa bagi kaum Muslim. Selain itu diberikan Nabi untuk

membedakan antara harinya orang Yahudi dan orang Nashrani.

Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah bersabda: “Allah telah

memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jumat

sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi

adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad,

kemudian Allah memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari

Jumat sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara

berurutan, yaitu hari Jumat, Sabtu, dan Ahad. Dan di hari kiamat

mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di

dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti

kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum

seluruh makhluk.”  [HR. Muslim]

Kelima, Hari Allah menampakkan diri.  Dalam sebuah riwayat

disebutkan,Hari Jumat  Allah menampakkan diri kepada hamba-hamba- Nya

yang beriman di Surga. Dari Anas bin Malik dalam mengomentari ayat:

“Dan Kami memiliki pertambahannya” (QS.50:35) mengatakan: “Allah

menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jumat.”

Masih banyak keistimewan hari Jumat. Di antaranya adalah; Dalam

“al-Musnad” dari hadits Abu Lubabah bin Abdul Munzir, dari Nabi

Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda:

“Penghulunya hari adalah hari Jumat, ia adalah hari yang paling utama

di sisi Allah Subhanahu Wata’ala, lebih agung di sisi Allah Subhanahu

Wata’ala dari pada hari Idul Fitri dan Idul Adha. Pada hari Jumat

tersebut terdapat lima keistimewaan: Hari itu,  bapak semua umat

manusia, Nabi Adam ‘Alaihissalam diciptakan, diturunkan ke dunia, dan

wafat.  Hari kiamat tak akan terjadi kecuali hari Jum’at.

Karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sangat memuliakan

hari ini, menghormatinya, dan mengkhususkannya untuk beribadah

dibandingkan hari-hari lainnya.

*dikirim oleh bp Faisal


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: