Islam di Akhir Zaman

3 09 2009

Keasingan Sunah dan Pengikutnya , Islam Mulanya Asing dan Akan Kembali Asing

Pada akhir zaman, orang yang setia pada sunah Nabi akan surut jumlahnya.  Sebaliknya, orang yang melanggarnya akan bertambah banyak. ‘Abd Allâh ibn Mas‘ûd meriwayatkan bahwa Nabi saw. Bersabda : Islam muncul sebagai sesuatu yang dirasa asing, dan ia akan kembali dirasa asing seperti awal kemunculannya. Maka beruntunglah orang-orang yang dirasa asing.

Al-Awzâ‘î berkata, “Itu tidak berarti Islam akan punah, tetapi itu berarti Ahlusunah akan kian menghilang hingga di sebuah negeri tersisa seorang saja yang menganutnya.”

Dalam pernyataan kaum salaf, kita bisa mendapati banyak pujian terhadap sunah dan penggambaran bahwa sunah akan menjadi sesuatu yang dirasa aneh, dan jumlah para penganutnya akan menyusut hingga tinggal beberapa saja. Itulah mengapa disebutkan bahwa merekalah, “orang-orang saleh yang dikelilingi oleh orang-orang yang kerap berbuat jahat. Orang yang menampik mereka jauh lebih banyak daripada orang yang menaati mereka.” Hadis tadi menunjukkan kecilnya jumlah mereka maupun jumlah orang yang menyambut dan menerima seruan mereka. Kita juga diperingatkan akan besarnya jumlah orang yang menentang dan tidak mau mengikuti seruan mereka.

Orang-orang terasing itu terbagi menjadi dua kelompok:

1) mereka yang membenahi diri ketika orang-orang telah menjadi rusak, dan

2) orang yang memperbaiki sunah yang telah dirusak orang-orang. Kelompok kedualah yang lebih tinggi kedudukannya dan lebih saleh. Dalam hadis lain, ‘Amr ibn ‘Awf meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Agama (Islam) akan betul-betul menarik diri dan berlindung di Hijaz, persis seperti ular yang kembali untuk berlindung dalam lubangnya. Sesungguhnya, agama benar-benar akan menyendiri di Hijaz persis seperti kambing-gunung yang kembali ke puncak gunung. Agama muncul sebagai sesuatu yang asing, dan akan kembali asing seperti saat pertama ia muncul. Beruntunglah orang-orang yang asing. Merekalah orang yang memperbaiki sunahku yang dirusak orang sesudahku.

Dalam hadis lain disebutkan, “Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga keimanan kembali ke peraduannya di Madinah, persis seperti ular yang kembali ke sarangnya dalam lubang.” Al-Qâdhî ‘Iyâdh berkata: Apa yang dikatakan Rasulullah tentang Madinah bukanlah pujian terhadap sepenggal wilayah atau sederet rumah, melainkan pujian terhadap orang-orang di tempat dan di rumah-rumah itu, yang menunjukkan kenyataan bahwa sifat-sifat itu akan tetap mereka miliki, sementara orang lain sudah tidak lagi memiliki sifat-sifat seperti mereka, ketika pengetahuan di angkat ke langit dan hilang selamanya, sehingga manusia akan mengangkat orang bodoh sebagai pemimpin mereka, yang akan menghadapi persoalan dan menjawabnya tanpa pengetahuan. Mereka tersesat dan menyesatkan orang lain. Ibn Abî ‘Uways berkata, “Aku mendengar Mâlik berkata tentang hadis, ‘Islam muncul sebagai sesuatu yang tak lazim dan asing, dan akan kembali seperti awal kemunculannya,’ maksudnya ia akan kembali ke Madinah, yang menjadi tempat asalnya.”

Al-Thabrânî dan yang lainnya meriwayatkan dari Abû ‘Umâmah bahwa Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya segala sesuatu mengalami pasang surut. Dan sesungguhnya kemajuan agama ini (Islam) adalah dari titik di mana kamu diliputi kegelapan dan kejahilan hingga aku diutus ke tengah-tengah kalian. Dan sesungguhnya kemajuan agama ini adalah ketika sebuah suku telah diajari (Islam) oleh anggota keluarganya hingga tak dijumpai di tengah-tengah mereka penjahat kecuali satu atau dua orang saja. Kedua orang itu ditekan dan dilecehkan.

Ketika mereka hendak berbicara mereka akan dihambat, ditangkap, dan dihukum. Dan sesungguhnya kemunduran agama ini adalah ketika sebuah suku bertindak kasar terhadap anggotanya hingga tak dijumpai di tengah-tengah mereka orang-orang yang memahami agama (faqîh) kecuali satu atau dua orang saja. Keduanya akan ditekan dan dilecehkan. Jika mereka berbicara dan menyuruh pada kebaikan dan melarang kejahatan, mereka akan dihambat, ditangkap, dan dihukum. Dan mereka tidak akan mendapatkan seorangpun yang mendukung atau menolong mereka dalam kasus tersebut.”

Dan diriwayatkan bahwa ‘Ubâdah ibn al-Shâmit berkata kepada salah seorang sahabatnya: Akan segera tiba suatu masa yang sekiranya kamu masih hidup, kamu akan menyaksikan seseorang yang membaca Alquran dengan bahasa Muhammad saw., mengulang-ulang bacaannya dan melaksanakannya, memerintahkan yang dihalalkannya dan melarang yang diharamkannya. Statusnya kemudian akan direndahkan dan kedudukannya akan diabaikan oleh kalian, dan ia akan dianggap seperti keledai yang sudah mati. Memang benar bahwa seseorang yang beriman akan direndahkan pada akhir zaman karena sikapnya yang dipandang aneh oleh orang-orang yang berperilaku buruk.

Semua orang akan membenci dan memaki-makinya karena ia menentang jalan hidup mereka dan menyuruh mereka mengikuti jalan hidupnya, dan juga karena ia memperjuangkan tujuannya dan membuktikan kebenaran jalan dan tujuannya. Abû al-Syaykh al-Ashbahânî meriwayatkan sebuah hadis dengan sanad yang bersambung hingga perawi dari generasi tabiin, al-Hasan al-Bashrî, yang berkata, “Jika seseorang dari generasi pertama Islam dikirim ke tengah-tengah kita sekarang, tentu ia tak akan mengenali hal-hal yang bernuansa Islam selain salat!” Lalu ia berkata: Aku bersumpah demi Allah, seandainya ia harus hidup pada masa-masa penuh kejahatan ini, ia akan menyaksikan seorang pembuat bidah asyik dengan bidahnya, dan seorang pecinta dunia asyik dengan dunianya. Kemudian Allah melindungi dirinya, dan hatinya merindukan jalan yang dilalui para pendahulu yang saleh. Ia pun akan mengikuti jejak mereka dan bertindak sesuai dengan cara yang mereka perbuat. Baginya balasan pahala yang sangat besar.

Ibn al-Mubârak meriwayatkan dari al-Fudhayl dari al-Hasan bahwa ia pernah menyebutkan seseorang yang kaya dan boros, yang memiliki kekuasaan dan telah mengumpulkan kekayaan sambil mengklaim bahwa tak terbatas kekuasaan dan kekayaannya. Lalu ia menyebutkan seorang pembuat bidah yang melancarkan perang terhadap orang-orang muslim dengan pedang terhunus, sambil mengubah makna ayat yang diturunkan Allah tentang kecaman terhadap orang-orang kafir dan pujian terhadap orang-orang beriman. Lalu ia berkata: Demi Allah, sunahmu benar-benar berada di tengah-tengah dua golongan ini: antara golongan yang makmur dan egois, dan golongan yang boros dan bodoh. Maka sabarlah menghadapi kenyataan tersebut, karena sesungguhnya Ahlusunah adalah golongan yang sangat sedikit jumlahnya, yaitu mereka yang tidak termasuk ke dalam golongan yang boros dalam membelanjakan hartanya, dan tidak juga termasuk ke dalam golongan pembuat bidah yang senang mengikuti hawa nafsunya. Tetapi, mereka sabar dalam mengikuti sunah hingga mereka menghadap Penciptanya. Jadi, tetaplah di jalan kalian, insya Allah!”

Lalu ia berkata: Aku bersumpah demi Allah, jika seseorang akan berbuat kejahatan, ia akan mendengar seseorang berseru, “Datanglah kepadaku!” dan seseorang lainnya berseru, “Datanglah kepadaku!” Kemudian ia akan berkata, “Tidak! Aku tidak menginginkan apa-apa melainkan sunah Muhammad saw,” sambil mengejarnya dan melontarkan pertanyaan. Sesungguhnya, orang tersebut akan mendapat balasan pahala yang sangat besar. Jadi tetaplah di jalan tersebut, insya Allah! ‘Abd Allâh ibn Mas‘ûd meriwayatkan bahwa Nabi saw. Bersabda : Akan muncul para penguasa atas kalian, yang akan meninggalkan sunah seperti ini, dan beliau menunjuk pangkal jarinya. Jika kalian harus membelakangi penguasa-penguasa itu, mereka akan menimpakan kesulitan dan bencana yang besar. Tak satu pun umat kecuali bahwa hal pertama yang mereka tinggalkan dari agamanya adalah sunah, dan hal terakhir yang tersisa adalah salat, dan jika para penguasa itu tidak malu atau takut kepada orang lain, mereka pasti tidak akan melaksanakan salat.”

*Oleh : Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani

Maka dari itu mulai dari sekarang kita tegakkan (pemurnian) ISLAM  secara Kaffah yang berdasar pada Quran dan Sunnah


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: