Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

6 08 2009

Sebagaimana yang kita ketahui, di kalangan ulama terjadi khilaf mengenai jumlah rakaat sholat Tarawih. Terdapat 3 pandangan mashyur mengenai jumlah rakaat tentang Qiam Ramadhan atau umumnya dikenal dengan sholat Tarawih yang dilakukan, yaitu :

– Sholat 11 rakaat, termasuk witir
– Sholat 23 rakaat, termasuk witir
– Tiada had jumlahnya

Masalah di atas pernah ditanggapi oleh Sheikh Abdul Aziz bin Baaz yang ketika itu menjabat sebagai Ketua Al-Lajnah Al-Daaimah, Arab Saudi, dalam fatwanya nomor 6148 (7/198) :

Pertanyaan yang dikemukakan kepada beliau:
“Banyak di kalangan ulama yang menolak sholat Tarawih 20 rakaat, dan mereka berkata bahwa RasuluLlah SAW tidak melakukan lebih dari 11 rakaat.”

Maka, jawaban Sheikh bin Baaz adalah:
“Sholat Tarawih 11 rakaat atau 13 rakaat, melakukan salam pada setiap 2 rakaat dan 1 rakaat witir adalah afdal, meniru cara Nabi SAW. Dan, siapa pula yang sholatnya 20 rakaat atau lebih maka juga tidak salah. Ini karena Nabi SAW bersabda,

“Sholat malam setiap 2 rakaat, jika dikhawatirkan akan Subuh, bersolatlah satu rakaat, yang menjadi witir baginya dari solat yang dilakukan.”
[Mutafaq ‘Alaih]. Maka tidak dihadkan rakaat sholat dan salamnya karena sesungguhnya Umar ra. dan sahabat-sahabat ra. melakukan sholat pada beberapa malam dengan 20 rakaat melainkan witir, dan mereka adalah orang yang lebih tahu akan sunnah.”

Bagi yang ingin mengikut sunnah (hadith A’isyah) boleh juga melakukan 11 rakaat, atau bagi yang ikut pandangan jumhur (termasuk Imam Mazhab) boleh pula melakukan 23 rakaat, ataupun boleh mengikuti pendapat beberapa ulama’ yang tidak menghadkan bilangan rakaat solatnya.

Sheikh al-Islam Ibn Taymiyah juga berpendapat, katanya:

“Jika seseorang melakukan sholat Tarawih sebagaimana mazhab Abu Hanifah, Al-Syafie dan Ahmad yaitu 20 rakaat atau sebagaimana Mazhab Malik yaitu 36 rakaat, atau 13 rakaat, atau 11 rakaat, maka itu yang terbaik. Ini sebagaimana Imam Ahmad berkata, Karena tidak ada apa yang dinyatakan dengan jumlah, maka lebih atau kurangnya jumlah rakaat tergantung pada berapa panjang atau pendek qiamnya.”
[Maraji’: Al-Ikhtiyaaraat halaman 64]

Demikian juga pendapat dari Syeikh Atiyyah Saqr, mantan Ketua Lajnah Fatwa Al-Azhar, ketika mengeluarkan fatwa yang menanggapi pertanyaan, “Apakah Pernah RasuluLlah SAW melakukan sholat Tarawih 20 rakaat?”

Maka beliau menjelaskan sebagai berikut:

Riwayat Bukhari dan yang lainnya dari Ai’syah rh, sesungguhnya Nabi SAW tidak menambah di dalam bulan Ramadhan dan tidak pula mengurangkannya dari 11 rakaat. Beliau melakukan sholat 4 rakaat dan janganlah engkau tanya mengenai betapa baik dan panjangnya, kemudian beliau akan kembali sholat 4 rakaat dan jangan engkau tanyakan kembali mengenai betapa baik dan panjangnya, kemudian setelah itu beliau melakukan sholat 3 rakaat. Dan beliau berkata kepadanya (Ai’syah): “Dia melakukan sholat 4 rakaat,” tidak bertentangan dengan yang melakukan salam setiap 2 rakaat. Dan Nabi SAW bersabda: “Sholat di malam hari 2 rakaat 2 rakaat.” Dan dia (Ai’syah): “Dia melakukan sholat 3 rakaat” atau ini mempunyai makna melakukan witir dengan 1 rakaat dan 2 rakaat.

Riwayat oleh Muslim dari Urwah, dari Ai’syah r.h. menyebutkan:

“Nabi SAW sholat pada waktu malam 11 rakaat, melakukan witir darinya 1 rakaat.”

Dan juga hadits ini ada dari riwayat lain, yang berbunyi, “Beliau memberi salam pada setiap 2 rakaat.”

Riwayat Ibnu Hibban Ibnu Huzaimah dari 2 sahih, dari Jabir r.a. bahwa Nabi SAW melakukan sholat 8 rakaat dan 1 witir. Mereka menunggunya di Qabilah tetapi beliau keluar kepada mereka. Ini adalah yg sah dari Nabi SAW, dan tidak sah apa saja hal yang tidak keluar darinya. Tetapi sah juga bahwa terdapat manusia yang sholat menurut Umar, Uthman dan Ali, yaitu 20 rakaat. Hal ini merupakan pandangan jumhur fuqaha’ Hanafi, Hanbali dan Daud.

Berkata Tirmizi:

“Sangat banyak ulama’ yang sama pandangannya dengan Umar dan Ali dan juga para sahabat Nabi SAW bahwa sholat Tarawih itu adalah 20 rakaat.

Dan ini adalah pandangan terbaru Ibnu Mubarak dan Syafi’ie, berkata, “Saya mendapati orang di Mekah bersolat 20 rakaat, dan Malik telah bersolat 36 rakaat tidak termasuk witir.”

Al-Zulkani didalam syarah Al-Muwahib Al-Laddiniyah berkata:

Mengingatkan bahawa Ibnu Hibban mendahulukan solat Tarawih 11 rakaat, dan memanjangkan bacaannya, kemudian itu menjadi berat kepada mereka. Maka mereka memendekkan bacaan dan menambah jumlah rakaat. Mereka melakukan sholat 20 rakaat baik genap atau ganjil mereka membaca bacaan yang sederhana/pendek. Mereka mengurangkan bacaan dan menjadikan jumlah rakaat 36 dan bukannya genap dan ganjil. Dan perkara pun terus berlalu.

Ini, telah disebutkan oleh Al-Hafiz didalam riwayatnya, perbedaan adalah dari segi panjang pendeknya sesuatu bacaan, maka dimana bacaannya dipanjangkan maka rakaat dikurangkan, dan begitulah sebaliknya. Al-Hafiz menyebut bahwa orang Madinah melakukan sholat 36 rakaat menyamai kualitas orang Mekah, sesungguhnya mereka bertawaf 7 kali putaran di antara setiap sholat tarawih. Maka jadilah orang di Madinah tempatnya ialah setiap 4 rakaat akann melakukan 7 kali putaran tawaf.

KESIMPULAN:

Sholat Tarawih boleh dilakukan sebanyak 8 rakaat, 20 rakaat atau pun lebih. Yang lebih penting ialah kita menghidupkan bulan Ramadhan yang mulia ini dengan memperbanyak ibadah kepada Allah SWT dan dilakukan secara ikhlas. Sholat Tarawih yang dilakukan itu hendaklah ditunaikan dengan sempurna rukunnya, dan bukan secara tergesa-gesa.

*artikel ini dicopy sesuai judul aslinya dari situs abuaufa.multiply.com yang ditulis oleh abu aufa.

“Dan sebenarnya Rosululloh SAW sendiri tidak pernah menetapkan bilangan khusus dalam rokaat sholat Tarawih.” Jadi selamat bermesraan dengan bulan Romadhon, semoga mendapat hidayah, rahmat dan  ampunan dari Alloh SWT.


Actions

Information




%d bloggers like this: