Pertanyaan Seputar Fidyah

10 09 2009

Judul Pertanyaan: Mengganti Puasa

Istri saya memiliki hutang puasa 4 hari pada bulan Romadhon lalu, tetapi pada saat ini hamil 7 bulan sehingga tidak dapat melaksanakan puasa karena faktor bayi. Bagaimana cara membayarnya dan bagaimana untuk bulan romadhon yang akan datang ?
Dyan

Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

Orang yang memiliki hutang shaum Ramadhan diperintahkan untuk mengganti puasanya tersebut di hari-hari yang lain selain bulan Ramadhan. Dalam Al-Qur’an Alloh SWT berfirman:

“Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan, (maka dia (boleh) tidak berpuasa) dan menghitung berapa hari ia tidak berpuasa untuk digantikannya pada hari-hari yang lain”. (QS.Al-Baqoroh : 186)

Meng-qadha’ (mengganti) shaum, apakah harus segera, dalam arti harus dilakukannya pada awal Syawal, ataukah dapat ditangguhkan sampai sebelum datangnya Ramadhan berikut?

Sejumlah ulama ada yang menyatakan bahwa pelaksanaan qodho harus sesegera mungkin, namun yang lainnya tidak mengharuskan ketergesaan itu, walaupun diakui bahwa semakin cepat semakin baik.

Nah, bagaimana kalau Ramadhan berikutnya sudah berlalu, kemudian kita tidak sempat menggantinya seperti halnya yang saudara alami, apakah ada kaffarat akibat keterlambatan itu?

Imam Malik, Syafi’i, dan Ahmad, berpendapat bahwa di samping berpuasa, ia harus membayar kaffarat berupa memberi makan seorang miskin. Sedangkan imam Abu Hanifah tidak mewajibkan kaffarat dengan alasan tidak dicakup oleh redaksi ayat di atas.

Hukum Wanita yang hamil atau menyusui

Wanita yang hamil atau menyusui di bulan Ramadhan boleh tidak berpuasa, namun wajib menggantinya di hari lain.

Ada beberapa pendapat berkaitan dengan hukum wanita yang haidh dan menyusui dalam kewajiban mengganti puasa yang ditnggalkan.

Pertama : Mengganti dengan puasa

Mereka digolongkan kepada orang sakit. Sehingga boleh tidak puasa dengan kewajiban menggadha` (mengganti) di hari lain.

…Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan, maka (gantilah dengan puasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (QS. Al-Baqarah : 184)

Kedua : Membayar Fidyah

Mereka digolongkan kepada orang yang tidak kuat/mampu. Sehingga mereka dibolehkan tidak puasa dengan kewajiban membayar fidyah.

… dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya membayar fidyah, : memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan , maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. Al-Baqarah : 184)

Ketiga : Menganti puasa dan bayar fidyah juga

Mereka digolongkan kepada keduanya sekaligus yaitu sebagai orang sakit dan orang yang tidak mampu, karena itu selain wajib mengqadha`, mereka wajib membayar fidyah. Pendapat terahir ini didukung oleh Imam As-Syafi`i ra.

Namun ada juga para ulama yang memilah sesuai dengan motivasi berbukanya. Bila motivasi tidak puasanya karena khawatir akan kesehatan / kekuatan dirinya sendiri, bukan bayinya, maka cukup mengganti dengan puasa saja. Tetapi bila kekhawatirannya juga berkait dengan anak yang dikandungnya atau bayi yang disusuinya, maka selain mengganti dengan puasa, juga membayar fidyah.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Judul Pertanyaan: Pengganti Puasa Dengan Fidyah

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Hamidan lillah wa musholiyyan ‘ala Rosulillah sholallahu ‘alaihi wa sallam.

Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih atas dijawabnya pertanyaan saya sebelumnya. Pada kesempatan ini saya ingin bertanya bagaimana cara fidyah, apakah perhari ataukah boleh dikumpulkan selama sebulan (misalnya?). Setahu saya, fidyah dibayarkan kepada fakir dan miskin, apakah itu dibatasi keluarga atau tidak?

Terima kasih sebelumnya atas jawabannya.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Ummu Hanifa

Jawaban:

Assalamu `Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Al-hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Ala Sayyidil Mursalin, Wa ba`d

Kami juga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepercayaan Anda mengirimkan pertanyaan syariah kepada kami melalui situs ini. Semoga kita semua diberi petunjuk dan diluaskan jalan oleh Allah SWT.

Berkaitan dengan pertanyaan Anda, kami dapat jelaskan bahwa fidyah adalah denda yang harus dibayarkan kepada orang faqir/miskin yang disebabkan meninggalkan puasa wajib bulan Ramadhan. Besarnya fidyah adalah sebesar satu atau dua mud sesuai dengan ukuran mud Nabi SAW. Bila dikira-kira, ukurannya sebanyak 3,5 liter beras atau 2,5 kg dan diberikan kepada fakir miskin. Satu hari tidak puasa dibayar dengan satu/dua mud fidyah.

Pemberiannya bisa setiap hari sekali atau sekaligus untuk sekian hari sekaligus. Tidak ada batasan apakah yang menerima itu keluarga atau bukan, namun sebaiknya harus dipilih yang benar-benar miskin dan membutuhkan. Sedangkan kalau masih ada hubungan keluarga, maka jangan sampai ada tumpang tindih sebagai hadiah atau nafkah kepadanya. Juga jangan sampai tersamar sebagai bagian dari upah kerja bila kepada orang yang sumber nafkahnya berasal dari kita.

Sedangkan yang menyebabkan seseorang harus membayar fidyah adalah karena beberapa hal, antara lain :

1 Tidak mampu

Orang yang kondisinya tidak mampu untuk berpuasa seperti orang yang sudah tua maka boleh meninggalkan kewajiban puasa Ramadhan. Dan sebagai gantinya, tidak perlu mengqadha` / mengganti puasa di hari lain, tetapi dengan membayar 1 mud makanan kepada fakir miskin satu hari untuk satu orang.

Allah berfirman :

Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin”. (QS. Al-Baqarah: 184).

2 Sakit
Sakit yang diperkirakan sulit untuk bisa disembuhkan lagi, sehingga tidak mungkin baginya untuk mengqadha` puasa di hari lain. Karena itu bagi mereka yang menderita sakit seperti ini, siahkan mengganti puasa dengan membayar fidyah.

3 Hamil/Menyusui
Wanita yang hamil atau menyusui bila boleh tidak berpuasa di bulan Ramadhan. Menurut sebagian ulama, untuk menggantinya adalah dengan mengqadha` dan juga membayar fidyah. As-Syafi`i berpendapat bahwa wanita hamil dan menyusui itu boleh tidak puasa namun harus membayar dengan qadha` puasa sekaligus juga dengan membayar fidyah. Pendapat Asy-Syafi`i ini barangkali berat, namun lebih nampaknya beliau mencari titik aman, karena sebaiknya tidak berspekulasi dalam ibadah

Wallahu a`lam bis-shawab.
Wassalamu `alaikum Wr. Wb

Judul Pertanyaan: Fidyah Dan Bagaimana Membayarnya

istri saya sedang hamil dan tidak berpuasa ramadhan ini, bagaimana cara membayar fidyah istri saya ini ??? mohon bantuan
Norman

Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

Fidyah adalah memberi makan kepada satu orang fakir miskin sebagai ganti dari tidak berpuasa.

Allah SWT berfirman :

? Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya membayar fidyah, : memberi makan seorang miskin.. .(QS. Al-Baqarah )

Yang diwajibkan membayar fidyah adalah :

  • Orang yang sakit dan secara umum ditetapkan sulit untuk sembuh lagi.
  • Orang tua atau lemah yang sudah tidak kuat lagi berpuasa.
  • Wanita yang hamil dan menyusui apabila ketika tidak puasa mengakhawatirkan anak yang dikandung atau disusuinya itu.

    Mereka itu wajib membayar fidyah saja menurut sebagian ulama, namun menurut Imam Syafi`i selain wajib membayar fidyah juga wajib mengqadha` puasanya. Sedangkan menurut pendapat lain, tidak membayar fidyah tetapi cukup mengqadha`.

Fidyah itu berbentuk memberi makan sebesar satu mud sesuai dengan mud nabi. Ukuran makan itu bila dikira-kira adalah sebanyak dua tapak tangan nabi SAW. Sedangkan kualitas jenis makanannya sesuai dengan kebiasaan makannya sendiri.

Harga Fidyah

Sebagian ulama seperti Imam As-Syafi`i dan Imam Malik menetapkan bahwa ukuran fidyah yang harus dibayarkan kepada setiap satu orang fakir miskin adalah satu mud gandum sesuai dengan ukuran mud Nabi SAW. Sebagian lagi seperti Abu Hanifah mengatakan dua mud gandum dengan ukuran mud Rasulullah SAW atau setara dengan setengah sha` kurma/tepung atau setara dengan memberi makan siang dan makan malam hingga kenyang.

Kepada Siapa Dibayarkan ?

Fidyah intinya adalah memberi makan fakir miskin dengan makanan sehari. Dan disekeliling kita ada banyak orang miskin, namun sebaiknya jangan kepada orang yang nafkahnya masih dalam tanggungan kita. Karena memberi makan orang yang nafkahnya dalam tanggungan kita adalah wajib sejak awal. Bahwa kita memberinya lebih atau sesuai dengan standarnya, tidaklah menjadi pembeda.

Sehingga para ulama mengatakan tidaklah fidyah itu dibayarkan kepada anak sendiri atau istri sendiri. Karena mereka itu adalah orang yang wajib kita beri makan setiap hari meski tidak ada kewajiban fidyah.

Namun kalau kepada saudaraa atau famili yang kita tidak menanggung nafkahnya, bolehlah diberikan.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Judul Pertanyaan: Fidyah Wanita Hamil

Assalamu’alaikum wr.wb.
berapa besar fidyah yang harus dibayarkan bagi seorang wanita yang tidak menyelesaikan puasa ramadhan karena hamil dan menyusui dan diberikan kepada siapa (yang berhak menerimanya) ?. Bolehkah dibayarkan ke lembaga amil zakat ? . Ats jawabanya saya ucapkan terima kasih.
kusdianto

Jawaban:

Assalamu alaikum wr.wb.
Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua.
Saudara Kusdiyanto, fidyah puasa adalah dengan memberi makan seorang fakir miskin. Besarannya ada yang mengatakan setengah sha (gantang=kurang lebih 3,125 kg) gandum atau kurma, ada yang mengatakan satu mud. Dan ada pula yang mengatakan tergantung pada kebisaan makanan setempat. Yang penting cukup untuk makan seorang miskin sehari.

Fidyah bisa diberikan secara langsung kepada orang yang miskin dan membutuhkan. Atau, bisa pula kepada sebuah lembaga yang mengurus infak, sedekah, dan zakat seperti lembaga amil zakat.

Wallahu a’lam bish-shawab.
Wassalamu alaikum wr.wb.

Judul Pertanyaan: Besaran Fidyah

Assalamualaikum
ustad, berkenaan dengan jawaban tentang membayar fidyah untuk puasa ramadhan, saya mohon untuk lebih diperjelas, karena saya masih ragu dengan pemakaian kata antara satu dan dua mud dari jawaban tersebut. pada sisi lain saya juga pernah membaca di situs ini cukup memberi makan 1 kali, pada hal 2, 5 Kg itu bisa dipergunakan untuk makan 5 orang lebih kurang, dan saya juga pernah baca dalam fatwa Dr Salim, katanya ada yang memberi makan 2 kali. dari seluruh pendapat-pendapat tersebut manakah yang lebih mendekati berdasarkan dalil-dalil.
terima kasih ustadz, mudah-mudahan keraguan saya bisa hilang
Riky

Jawaban:

Assalamu alaikum wr.wb.
Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua.
Fidyah wajib dikeluarkan salah satunya apabila seseorang tidak mampu melaksanakan puasa Ramadhan. Allah befirman,

Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan. Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui. (al-Baqarah: 184).

Sesuai dengan bunyi firman di atas, bentuk fidyahnya itu sendiri adalah memberi makan fakir miskin sejumlah hari ia tidak berpuasa. Adapun tentang banyaknya, di sinilah letak perbedaan ulama:
Menurut kalangan Maliki dan Syafii besaran fidyah yang harus diberikan adalah satu mud setiap hari (lima per enam liter).
Menurut kalangan Hanafi besarannya adalah satu sha’ (gantang=3,125 kg) gandum atau kurma. Namun ada pula yang mengatakan bahwa hal itu bergantung kepada kebiasaan makanan setempat.

Yang jelas esensinya adalah mencukupi kebutuhan makan sehari seorang miskin.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Wassalamu alaikum wr.wb.

Judul Pertanyaan: Fidyah Diganti Full Satu Bulan Atau ….. ????

Assalamua ‘alaikum wr wb.

Ustadz PKS, setelah saya baca semua jawaban & pertanyaan mengenai hal tersebut diatas (fidyah) masih ada yang kurang yaitu mengenai jumlah hari yang dibayarkan apakah full satu bulan penuh atau dipotong jumlah harinya dengan hari selama masa haid untuk wanita yang sedang menyusui dengan asumsi selama masa haid akan di qadha pada bulan setelah ramadhan.
Terima kasih atas jawabannya.
Wassalamu ‘alaikum wr wb
Moh. Irfan

Jawaban:

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillah, Washshalatu wassalamu `ala Rasulillah, wa ba?d.

Fidyah itu adalah pengganti puasa bagi orang tua yang tidak kuat puasa lagi atau wanita hamil / menyusui. Besarnya fidyah itu adalah satu mud dengan mud nabi. Setiap satu mud digunakan untuk membayar puasa yang ditinggalkan selama sehari. Maka kalau tidak puasa selama 30 hari, membayar 30 mud.

Sebagian ulama seperti Imam As-Syafi`i dan Imam Malik menetapkan bahwa ukuran fidyah yang harus dibayarkan kepada setiap satu orang fakir miskin adalah satu mud gandum sesuai dengan ukuran mud Nabi SAW.

Sebagian lagi seperti Abu Hanifah mengatakan dua mud gandum dengan ukuran mud Rasulullah SAW atau setara dengan setengah sha` kurma/tepung atau setara dengan memberi makan siang dan makan malam hingga kenyang.

Ukuran mud adalah ukuran tapak tangan manusia untuk memuat atau manmpung bahan makanan, seperti gandum, kurma dan lainnya. Kira-kira kalau diukur dengan ukuran zaman sekarang akan menjadi 0.675 Kg atau 0.688 liter bahan makanan.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

*Sumber: syariah-online


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: